EVOLUSI KESADARAN DIRI

Ditengah keadaan jagat semesta yang semakin panas penuh sesak akibat rusaknya ekosistem alam, manusia tanpa sadar berlomba-lomba menggunakan pikirannya menuju kenyamanan hidup dengan cara-cara yang bertentangan dengan kesucian batin, yang pada akhirnya kembali memberikan dampak buruk kepada alam lingkungan dan orang lain. Siklus yang semakin mendekatkan alam semesta menuju kehancuran yang tidak mungkin dicegah.

Manusia tanpa sadar diperalat oleh pikirannya sendiri mengikuti nafsu yang tidak pernah tunduk, meskipun fitrahnya terlahir dalam keadaan suci batin dan diperintahkan menjaganya agar tetap suci. Perumpamaan manusia tanpa kesadaran seperti iblis yang tidak mau tunduk kepada Adam, meskipun itu atas perintah penciptanya.

Fitrahnya yang suci telah berlumuran noda, mengikuti jejak Jin yang memiliki sifat iblis yang menolak setiap kebenaran yang datang. Sifat syaiton tidak akan pernah menemukan ketenangan disebabkan ia mengetahui tentang kepastian tempat kembalinya adalah tempat yang panas dan penuh sesak penderitaan. Kemudian keburukan sifat syaiton tanpa sadar pula ditiru oleh manusia.

Manusia tanpa kesadaran tidak akan pernah menemukan kenyamanan dan ketenangan batin sejati, mereka selalu mencari jati dirinya di hidup orang lain lalu membandingkan diri dengan kehidupan yang lainnya. Baginya hidup orang lain terlihat lebih menarik, memperhatikan cahaya orang lain yang menyilaukan lebih digemari hingga meredupkan cahayanya sendiri dan lupa memperhatikan keadaan batinnya secara dalam.   

Sudah semestinya manusia kembali berjalan dengan kesadaran seutuhnya, menjadi manusia yang menyadari eksistensi energi tanpa batas dan maha tunggal. Menjadi pribadi yang mensyukuri nafas dengan penuh kesadaran, menjadi pribadi yang penuh kebahagiaan atas rasa syukur dan ikhlas.

Menjadi pribadi yang menemukan cahaya Rohman dan Rohim-Nya dari setiap interaksi dengan alam semesta, Pribadi yang kembali menemukan Nur Muhammad yang suci dan berserah. Pribadi yang membersihkan batin yang lama kotor akibat hilangnya kesadaran, kesadaran atas konektifitas energi batin dengan alam semesta yang dapat melahirkan karma baik maupun karma buruk.


Nur Muhammad bakal datang, datang kana diri sewang-sewang
Tapi ngan ka nu rancagé haténa ka nu weruh di semu anu saéstu, 
anu ngarti kana wangi anu sajati  jeung nu surti lantip pikirna 
nu hadé laku lampahna. 

Mun datang, teu ngarupa teu nyawara, tapi méré céré ku wawangi.

Nur Muhammad bakal datang meresan kalakai
Ngaruat tutunggul jeung patilasan nu teu puguh ngaran.

Jadi panggeuing ka dulur jeung ka batur. 
Ka batur urut salembur, ka dulur anu nyorang saayunan 
ka sakabéh nu rancagé di haténa.


Melambatkan ritme perjalanan tidak membuat kita tertinggal, kita hanya perlu sesekali berkaca pada masa dimana manusia hidup dan berjalan beriringan dengan kehendak semesta, kemudian mendapatkan timbal balik yang tidak mesti dalam perhitungan materialistik. Kesehatan Jasad, kesehatan rohani, kesehatan jiwa dan batiniah adalah bentuk anugerah dari sifat rohman dan rohim Allah Swt.

Disini, tempat kita hidup adalah tanah suci yang diberkahi. Di alam Indonesia yang indah tempat tumbuh berbagai macam tumbuhan yang Dia ciptakan sebagai makanan dan obat. Obat yang selaras dengan karakteristik tubuh manusia yang hidup didalamnya. 

Cintai tanah air ini, tanah tempat dimana harus tumbuh kesadaran diri yang se-utuhnya, tanah air tempat berabad-abad lamanya melewati berbagai macam budaya peradaban manusia, hingga pada akhirnya kita sadar bahwa kita harus kembali.


Pajajaran kari ngaran, Pangrango geus narik kolot
Mandalawangi ngaleungit, Nya dayeuh ngajadi leuweung
Nagara geus lawas pindah, Saburakna pajajaran
Di gunung gumuruh suwung, Geus tileum jeung nagarana.

Kamana jalan ka tespong, Ka bandung da puguh jauh
Ka cai alim da tiris, Tiris sieun kahujanan
Kamana abdi nya nepong, Ka indung da puguh jauh
Ka gusti abdi aringgis, Inggis sieun kaedanan

Hujan leutik ngaririncik, Hujan poyan silantangan
Angin puyuh luluwukan, Heulang ngalayang ti beurang
Gagak ngelak di suhunan, Ti luhur ngahayu hayu
Hayu soteh hayu mulang, Pulangkeun ka pajajaran

(Papatet Daweung .... Menak pajajaran)
-----------------------------------------------------------------------------------
Hatur Nuhun,....
Penulis : https://iyusguntur.blogspot.com/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JARAK TERDEKAT ANTARA MANUSIA DENGAN SANG MAHA PEMBERI HIDUP ADALAH "NAFAS"

KAMUS BACAAN SHALAT